Candra yang Kesepian
(Pendosa Ulung)
Ketika malam berganti
candra kembali bersembunyi
dan surya datang menggantikan

Candra tak melihat segalanya
bagaimana surya datang menghidupkan semua
dan candra, selalu jadi pendengar orang bersedih
sedangkan surya, dia banyak melihat tawa dan canda
tangisan demi tangisan terdengar
air mata dimalam hari membanjiri peraduan

kala candra berjalan, entah dengan penuh ataupun tidak
bayangan kehitaman selalu jadi latar perjalananya
namun apalah daya, candra tak bercahaya
dan candra hanya memiliki beberapa teman
salah satunya adalah kepedihan

Candra hanya rembulan pada malam
sekadar mampu menemani tangisan
dan sekarang tangisanku yang disaksikan olehnya.



Purbalingga, 8 Februari 2016

Komentar

Postingan populer dari blog ini