Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017
Perhiasan Lelaki (Pendosa Ulung) Wanita katanya pertimbanganya penuh perasaan tapi dintanya timbangan badan malah jadi marahan Wanita katanya perhiasan seorang lelaki tapi pakai makeup  malah dimaki sampai bercucur air, tak henti setara telapak kaki Wanit itu.... bagian dari kesempurnaan mereka sensitif dibagian perasaan mereka suka cinta - cintaan mereka juga butuh pengertian apalagi dari seorang pasangan wanita perempuan cewe gadis janda nenek ibu istri female mereka semua tidak sempurna sama dengan kita para pejantan merekalah pelengkap segala kekurangan untuk mereka para wanita kesayangan mari kita tetap berjuang Semarang, 12 Maret 2017
Maayarajani (Pendosa Ulung) Kau tak mengerti sebuah sebab, karena senja terlalu lembab bermandi air dari mata yang lebam hingga kunanti maayarajani kaku kekal tak paham bunyi aku mati tertusuk candrakunta kau melihat namun membuta. Yogyakrta, 28 Januari 2017
Candra yang Kesepian (Pendosa Ulung) Ketika malam berganti candra kembali bersembunyi dan surya datang menggantikan Candra tak melihat segalanya bagaimana surya datang menghidupkan semua dan candra, selalu jadi pendengar orang bersedih sedangkan surya, dia banyak melihat tawa dan canda tangisan demi tangisan terdengar air mata dimalam hari membanjiri peraduan kala candra berjalan, entah dengan penuh ataupun tidak bayangan kehitaman selalu jadi latar perjalananya namun apalah daya, candra tak bercahaya dan candra hanya memiliki beberapa teman salah satunya adalah kepedihan Candra hanya rembulan pada malam sekadar mampu menemani tangisan dan sekarang tangisanku yang disaksikan olehnya. Purbalingga, 8 Februari 2016
Perkenalkan saya seorang pendosa ulung yang ingin berbagi sedikit dosa melalui kata pada kalian para insan manusia dimanapun dan tidak bermaksud menggurui karena saya bukan seorang guru. Sekilas untuk pelajar, menulis apa lagi sebuah karya sastra, dianggap membosankan tidak banyak kalangan cendikiawan muda seumuran sma yang suka akan sastra dan mereka pun yang sudah mencapai umur 30-an dan tidak mengenal sastra pasti akan berpandangan sempit dan penuh pesimistis dengan sebuah kata " SASTRA ". Itulah hal yang saya alami ketika memilih program studi Sastra Indonesia. sekilas itu sedikit penggambaran sebuah realita kehidupan saya, dan mulai sekarang, blog ini akan saya peruntukan untuk menulis karya - karya saya dan membahasnya dan saya akan menunjukan karya orang lain dan mengulasnya juga dengan baik, karena pahamilah sebelum mengenal sastra, kita harus paham daulu bahwa sastra adalah sebuah seni, dan seni adalah sebuah hal yang tidak dapat selalu disamakan pandanganya maka,...